Penuhi Empat Hak Asasi Manusia


SunfloWords.com - Tanggal 10 Desember merupakan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia yang menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya hak asasi manusia dalam membangun kembali dunia yang diinginkan oleh seluruh warga negara, kebutuhan akan solidaritas global, serta memompa nilai-nilai kemanusiaan.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief dalam kesempatan ini mengajak segenap instrumen lembaga pemerintahan maupun swasta untuk memenuhi empat hak asasi manusia khususnya di era pandemi covid-19.

Pertama, peraih gelar Putri Dayang Negeri oleh Masyarakat Adat Tapus ini menjelaskan, hak atas subsidi terutama bagi warga yang secara ekonomi mengalami krisis daya beli akibat pembatasan sosial.

"Pemerintah sudah menunaikan hak ini. Tapi jangan hanya pemerintah. Swasta pun jangan cuek dengan pekerjanya atau orang-orang yang ada di sekitarnya. Semua agama mendorong pentingnya saling tolong menolong seperti ini. Dalam setiap harta yang tersimpan terdapat hak orang miskin," kata Riri Damayanti.

Kedua, Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini menjelaskan, hak atas kesehatan. Ia menjelaskan, hak kesehatan ini terutama sangat dibutuhkan oleh kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil dan penyandang disabilitas.

"Kelompok rentan ini adalah paling terancam hak kesehatannya di tengah pandemi. Tapi bukan hanya mereka. Termasuk petugas medis juga mengalami ancaman yang sama kalau hak mereka atas sarana dan prasarana yang memadai tidak dipenuhi," papar Riri Damayanti.

Ketiga, Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini menuturkan, hak atas pekerjaan terutama untuk mengatasi membengkaknya pengangguran paska diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan kebijakan jarak sosial (social-distancing) dan bekerja dari rumah (work from home).

"Dalam situasi new normal ekonomi tentu beransur-ansur pulih. Perusahaan yang sempat melakukan PHK besar-besaran kemarin, alangkah baiknya bila sekarang para pekerja tersebut diakomodir kembali," harap Riri Damayanti.

Keempat, Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai ini melanjutkan, hak atas informasi yang dapat mengancam hajat hidup orang banyak, termasuk informasi terkait penyebaran epidemik dan wabah.

"Informasi ini sangat penting. Apalagi buat tenaga medis. Kalau informasi mengenai penyebaran ini tidak diketahui, dampaknya ke tenaga medis bisa bahaya. Pencegahan harus dimulai dari informasi yang akurat mengenai penyebaran virus itu sendiri," demikian Riri Damayanti.

Peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia diselenggarakan tepat pada hari diadopsinya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tahun 1948.

Laman OHCHR melansir, peringatan ini secara resmi dimulai dari tahun 1950, setelah Majelis Umum meloloskan resolusi 423 dan mengundang seluruh negara ataupun organisasi yang tertarik untuk mengadopsi 10 Desember sebagai Hari HAM tiap tahunnya.

Ketika Majelis Umum mengadopsi dekrarasi ini, 48 negara mendukung dan 8 negara abstain. Deklarasi ini kemudian dinyatakan sebagai standar umum pencapaian bagi semua bangsa.

Setiap individu dan masyarakat harus berjuang dengan langkah-langkah progresif, nasional, dan internasional, untuk memperoleh pengakuan dan ketaatan yang universal dan efektif. [**]

No comments