Bahaya, Ini 7 Foto yang Tidak Boleh Kamu Posting di Media Sosial


Zaman yang sudah canggih semakin memudahkan untuk berkomunikasi atau berbagi cerita sehari-hari. Sudah sangat banyak sekali aplikasi yang dapat menghubungkan dengan orang-orang di luar sana. Akun beragam media sosial dimiliki oleh anak-anak hingga orangtua. Karena informasi bisa didapat dengan mudah, masalah keamanan data diri pun jangan diabaikan.


Dikit-dikit bikin story, apa-apa dibikin status, sebelum makan foto dan upload, sebelum pergi foto dan upload, mengerjakan ini itu difoto dulu terus upload. Semua itu sudah umum terjadi saat ini, kadang saya sendiri pun begitu (apalagi kalau untuk bikin konten).

Nah, sebenarnya tidak masalah mau upload sering atau tiap waktu. Tergantung pada orang masing-masing, namun perlu diingat bahwa ada beberapa hal yang sangat tidak boleh kita upload atau posting di media sosial. Berbahaya atau berakibat fatal dan bisa saja disalahgunakan oleh orang yang berniat jahat. Yuk, simak penjelasan berikut ini.

1. Tiket perjalanan


Memberi tahu orang-orang tentang perjalanan atau kegiatan traveling kamu yang akan datang mungkin tampak tidak berbahaya, tetapi mengambil foto tiket perjalanan atau boarding pass sangat berbahaya. Tentu, pengikut media sosialmu sudah mengetahui nama kamu — dan mereka bahkan mungkin tahu tempat tujuanmu pergi — tetapi menurut Brian Krebs, penulis dan pendiri Krebsonsecurity.com, yang berspesialisasi dalam kisah investigasi tentang kejahatan dunia maya dan keamanan komputer, data pribadi lainnya berisiko. Kartu frequent flyer dan catatan nama penumpang (PNR) berbahaya jika diupload di media sosial.

Dengan sedikit penyelesaian, peretas dapat mengakses datamu, nomor telepon, tanggal lahir, dan bahkan data paspor. Berdasarkan nomor pemesanan, penjahat juga dapat mengetahui kapan kamu pergi dan kembali. Mengetahui bahwa tidak ada orang di rumah dapat memikat pencuri untuk masuk saat pergi. Atau bisa saja ini mengancam perjalananmu di tempat tujuan. Pokoknya antisipasi yaa.


2. Uang


Mengeposkan foto gaji, kartu kredit, dan gumpalan uang tunai hanya akan menimbulkan masalah. Selain memiliki selera yang buruk, hal itu meningkatkan kemungkinan kamu dirampok. Hindari juga foto (atau keterangan) yang memberikan informasi keuangan, seperti nama bank.

3. Tiket lotere yang menang


Jika kamu cukup beruntung untuk mendapatkan tiket lotere yang menang, cukup pintar untuk tidak menyombongkan diri. Berbagi slip taruhan bukanlah kewajiban yang besar untuk jumlah kecil, tetapi, jika mereka ingin berusaha, penjahat dapat meniru kode batang yang dapat dipindai dan mencuri kemenanganmu.

4. Email kantor rahasia


Ini adalah aturan praktis yang baik untuk mencegah pekerjaan di media sosial, terutama dalam hal dokumen rahasia. Jika perusahaan mengirim email menarik tentang perkembangan baru atau ide branding, hal terakhir yang ingin kamu lakukan adalah memberi tahu pesaing. Menyiarkan keluhan — atau memposting foto percakapan "melampiaskan" antara kamu dan rekan kerja — juga tidak cerdas. Faktanya, itu cara yang pasti untuk dipecat.

5. Akta kelahiran


Mengeposkan informasi identitas di media sosial sama dengan kehilangan — atau memberikannya begitu saja. Meskipun snapshot akta kelahiran anakmu yang baru lahir mungkin tampak seperti pengumuman yang menghangatkan hati tentang perubahan besar dalam hidup, hal itu dapat membuat si kecil berisiko dicuri identitasnya.

Menurut Identity Theft Resource Center (Pusat Sumber Daya Pencurian Identitas), membiarkan dokumen pemerintah ini jatuh ke tangan orang asing dapat menyebabkan kerusakan permanen. Akta kelahiran dianggap sebagai "dokumen identitas dasar" dan dapat memberimu nomor asuransi sosial, paspor, kartu kesehatan, dan SIM yang baru. Setelah seseorang dapat mengendalikannya, mencegah penipuan secara proaktif hampir mustahil.

6. Karya yang tidak memiliki hak cipta


Kamu mungkin bangga dengan tulisan atau karyamu, tetapi memposting cuplikan puisi atau cerita pendek yang kamu tulis sebelum diterbitkan bukanlah ide terbaik — terutama jika kamu ingin mengirimkan ke jurnal atau mengikuti kompetisi.

Meskipun tulisanmu hanya memiliki nilai sentimental, mempostingnya secara online memudahkan orang untuk menyalin, menempel, dan mengklaim. Simpan kata-kata bijak itu untuk dirimu sendiri sampai salinannya ditulis, dan kemudian mintalah penggemarmu membeli bukunya.

7. Anak-anak (yang bukan milikmu)


Mengeposkan foto wajah tersenyum anak-anak di media sosial mungkin tampak cukup polos, tetapi sebaiknya berpikir dua kali sebelum mengirimkan foto anak di bawah umur di media sosial. Berhati-hatilah saat menambahkan pengenal seperti nama anak, usia, dan sekolah tempat mereka bersekolah.

Menurut Office of the Privacy Commissioner of Canada (Kantor Komisaris Privasi Kanada), izin untuk anak di bawah umur dapat diperoleh dari wali yang sah. Namun perlu diingat bahwa ada usulan amandemen terhadap undang-undang privasi online Kanada — pastikan kamu mengetahui perubahan undang-undang terkait perlindungan data dan anak di bawah umur.

Sekalipun foto anak kandung yang masih di bawah umur pun harus tetap hati-hati, sudah banyak contoh kejadian foto tersebut dimanfaatkan dan dipajang di situs penjualan anak. Mengerikan, jadi sama-sama harus hati-hati dan bijak bermedia sosial yaa.

sumber: www.readersdigest.ca

 

11 comments

  1. Duh jadi keinget nih sama kesalahan aku pas videoin anak-anak gemes di TK, waktu itu aku gak tau kalo itu melanggar privacy anak huhuuu. Sekarang gak lagi-lagi deh, cukup ajak main aja dedek-dedek gemesnya kalo ketemu lagi.

    ReplyDelete
  2. Sepakat Mba Eva, kita perlu mampu membedakan mana yang private mana yang publik. Sehingga semua dapat terjaga

    ReplyDelete
  3. Emang sering banget sih liat orang-orang pada posting surat-surat penting mereka di sosial media, mending kalo disensor ini mah nggak. kan seremmm.

    ReplyDelete
  4. Iya emg hrs ht2 kalo mau upload foto2 trtentu skrg ya Mbk. Masih byk org yg suka pamerin boarding passnya, pdahal bahaya bgt.. Nice info Mbk.

    ReplyDelete
  5. Hati-hati benar ya mbak, jangan sampai nyesal ya

    ReplyDelete
  6. foto jejalan dan makanan ajalah, hahah, jangan biarkan orang tahu apa pun tentang diri kita secara detail

    ReplyDelete
  7. Informasi penting nih..kadang bukan disengaja sih, tpi suka latah...
    Makasih infonya kakak

    ReplyDelete
  8. waah info yang sangat berharga ni untuk para pemain di dumay....mesti pilah pilih tentang materi yang akan di posting ya... bahaya, khawatirnya disalah gunakan sama orang-orang yang tidak bertanggung jawab ya. thanks ya kak.

    ReplyDelete
  9. Memang perlu hati-hati dalam posting ya mbak. Nggak semua hal bisa jadi bahan konsumsi publik.

    ReplyDelete
  10. Ok mbk mksih ats informasi nya sangat menguntungkan mbk sebenarnya emang gak boleh sih post foto sembarangan di medsos.

    ReplyDelete
  11. Makasih sudah diingatkan ya kaa... Aku juga meminimalisir sih post konten yang privasi. Apalagi yang ada data penting kayak alamat sekolah dan lainnya

    ReplyDelete

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia