Perbedaan antara Ironi, Sarkasme, Satire, dan Paradoks


Ironi


Ironi atau dalam Bahasa Inggris disebut irony adalah keadaan ketika terjadi sesuatu yang berlawanan dengan apa yang diharapkan. Ini adalah salah satu kiasan yang sering disalahpahami — banyak orang berpikir bahwa definisi ironi ada hubungannya dengan kebetulan atau nasib buruk, padahal sebenarnya itu lebih dekat hubungannya dengan subversi ekspektasi. Ada tiga jenis ironi dalam genre sastra:

1. Ironi verbal: Ironi verbal adalah ketika karakter mengatakan sesuatu yang berbeda dari apa yang sebenarnya mereka maksudkan atau bagaimana perasaan mereka yang sebenarnya. Jika maksud ironi itu untuk mengejek, itu dikenal sebagai sarkasme. Ironi Socrates adalah jenis ironi verbal, di mana seseorang berpura-pura tidak tahu untuk membujuk orang lain untuk membuat klaim yang kemudian dapat diperdebatkan.

2. Ironi situasional: Ironi situasional terjadi ketika ada perbedaan antara apa yang diharapkan terjadi dan apa yang sebenarnya terjadi. Misalnya, sebuah stasiun pemadam kebakaran yang terbakar adalah kasus ironi situasional.

3. Ironi dramatis: Ironi dramatis adalah ketika penonton tahu lebih banyak daripada karakternya. Tindakan karakter memiliki arti yang berbeda bagi mereka dibandingkan dengan penontonnya, yang menciptakan ketegangan dan ketegangan. Saat digunakan dalam tragedi, ironi dramatis disebut sebagai "ironi tragis".

3 Contoh Ironi


Ironi bisa jadi sulit untuk diidentifikasi, tetapi yang terpenting adalah ekspektasi:

- Contoh ironi verbal: Ironi verbal akan muncul jika seorang tokoh berjalan ke badai salju yang mengerikan dan berkata, "Betapa indahnya cuaca hari ini!"

- Contoh ironi situasional: Jika seorang petugas polisi sedang melakukan kursus keselamatan senjata dan secara tidak sengaja menembak dirinya sendiri di kaki selama kelas, itu akan menjadi ironi situasional.

- Contoh ironi dramatis: Shakespeare sering memanfaatkan ironi dalam karya sastranya, dan akhir dari Romeo dan Juliet adalah perwujudan dari ironi dramatis; Penonton tahu bahwa kedua kekasih itu masih hidup, tetapi tak satu pun dari kekasih itu yang tahu bahwa pasangannya masih hidup. Setiap karakter meminum racun mereka tanpa mengetahui apa yang diketahui penonton.

Baca juga: Ini Perbedaan antara Novelet, Novela, dan Novel


Sarkasme


Sarkasme adalah ucapan ironis yang dimaksudkan untuk mengejek dengan mengatakan sesuatu yang berbeda dari yang sebenarnya dimaksudkan oleh pembicara. Karena pernyataan sarkastik bertentangan dengan maksud pembicara, sering kali pernyataan itu sulit diidentifikasi, dan biasanya bergantung pada isyarat verbal kata yang diucapkan (seperti nada suara yang mengejek untuk efek yang tegas) dan konteks.

3 Contoh Sarkasme


Sarkasme memiliki arti bahwa pembicara bermaksud menyampaikan kebalikan dari makna perkataannya, sehingga seringkali bersandar pada nada sarkastik atau konteks tertentu. Berikut beberapa contohnya:

- Ketika sesuatu yang buruk terjadi: "Oh, inilah yang saya butuhkan hari ini!"
- Ketika seseorang melakukan sesuatu yang terlalu lambat: "Bisakah Anda melakukannya lebih lambat?"
- Ketika ada sesuatu yang tidak menarik: "Saya senang bisa berada di sini selama tiga jam ke depan."

Satire


Satire adalah gaya bahasa yang dimaksudkan untuk mengejek kejahatan atau kesalahan manusia, seringkali melalui hiperbola, meremehkan, sarkasme, dan ironi. Saat ini, satiris paling sering menggunakan bentuk humor ini untuk mengungkap kesalahan langkah politik atau kekurangan sosial dalam kehidupan sehari-hari, terkadang dengan tujuan untuk menginspirasi perubahan.


2 Contoh Satire


- Kartun politik: Kartun politik biasanya menawarkan satire politik yang menggigit dengan gambar yang melebih-lebihkan tindakan pejabat terpilih atau tokoh yang layak diberitakan, yang menggambarkan situasi untuk membuat komentar yang tajam.

- Sketsa komedi: Pertunjukan sketsa seperti Saturday Night Live memiliki tradisi panjang mengolok-olok pejabat terpilih, sering kali melebih-lebihkan kesalahan mereka (terutama kesalahan membenarkan diri) melalui penggunaan humor. Peniruan Gerald Ford oleh Chevy Chase, George W. Bush versi Will Ferrell, dan Hillary Clinton dari Kate McKinnon adalah gambaran satire dari tokoh politik nyata.

Baca juga: 6 Langkah Sukses Menulis Novel untuk Pemula


Paradoks


Paradoks adalah pernyataan yang bertentangan dengan dirinya sendiri tetapi mungkin juga mengandung inti kebenaran. Paradoks terkait erat dengan oxymoron, di mana dua kata tampaknya kontradiktif tetapi entah bagaimana benar. Ada dua jenis paradoks yang menyeluruh:

1. Paradoks logis: Ini adalah kontradiksi yang menentang logika dan dianggap tidak dapat diselesaikan. Filsuf Yunani Zeno dari Elea dikreditkan karena merancang beberapa paradoks logis yang terkenal.

2. Paradoks sastra: Ini adalah kontradiksi yang memutuskan untuk mengungkapkan makna yang lebih dalam di balik kontradiksi. Ini adalah perangkat sastra yang umum.

2 Contoh Paradoks


- Contoh paradoks logis: Dalam “Achilles and the Tortoise,” Zeno mengemukakan bahwa gerak hanyalah ilusi. Jika seekor kura-kura memulai langkahnya dengan Achilles, kura-kura tersebut akan memimpin karena Achilles, secepat mungkin, harus terus menerus mendekatkan jarak di antara mereka.

- Contoh paradoks sastra: Dalam drama Oscar Wilde, Lady Windermere’s Fan, karakter Lord Darlington berkata: "Saya bisa menolak segalanya kecuali godaan." Wilde menggunakan ide-ide yang bertentangan dalam pernyataan ini untuk menggambarkan ketidakmampuan karakter untuk menahan godaan.


sumber: https://www.masterclass.com/articles/learn-the-differences-between-irony-sarcasm-satire-and-paradox#2-examples-of-paradox

6 comments

  1. baca artikel di atas jadi inget pelajaran sekolah dulu,,waktu jam pelajaran bahasa indonesa dulu pernah ada hafalan tentang ironi

    ReplyDelete
  2. Ketiga2nya jgan sampai kejadian ke kita..

    ReplyDelete
  3. Ternyata ironi banyak macamnya. Serasa belajar bahasa Indonesia lagi deh. Sulit

    ReplyDelete
  4. Istilah ini begitu familiar sekali di telinga. Saya sedikit banyak memahami setelah membaca perbedaan ketiganya. Menarik

    ReplyDelete
  5. Wah thankyou infonya Eva, menarik banget. Selama ini aku sering dengar istilah-istilah itu, cuma ternyata belum tau arti persisnya hehe

    ReplyDelete
  6. Wahh dulu pernah belajar tentang ironi dll di pelajaran bahasa indonesia
    Skrang dah banyak lupa wkwk
    Makasih ya eva infonya

    ReplyDelete